jual projector proyektor infocus & service projector infocus, jual layar proyektor ,distributor projector, panasonic nec epson sony

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Apa Yang Di Maksud Projector

E-mail Print

Apa Yang Di Maksud Projector

•    Proyektor adalah perangkat yang mengintegrasikan sumber cahaya, sistem optik, elektronik dan display dengan tujuan untuk memproyeksikan gambar atau video ke dinding atau layar.
•    Mengapa projector ? dibandingkan dengan media yang lain seperti Plasma atau LCD Display, projector memiliki beberapa kelebihan seperti, dapat membuat tampilan yang sangat besar, dapat di bawa dengan mudah serta fleksibilitas yang tinggi
Fungsi Projector,
Jual Projector berbagai merk

Untuk Info Lebih Lanjut Hub : 0878 8383 8240  ; 081389605308 ; 021-62304153


•    Sebagai Alat Presentasi
Projector dapat membuat sebuah presentasi menjadi lebih hidup, karena dengan tampilan gambar atau tulisan itu kita dapat memberikan presentasi yang lebih dinamis dan atraktif.
•    Sebagai Pemutar Video (Home Theater)
Dengan Projector kita dapat menikmati bioskop di dalam rumah. Ini dikarenakan proses tampilan yang terjadi di bioskop bisa kita tampilkan di rumah, yaitu dengan proyeksi.
•    Sebagai Media Informasi
Karena Projector dapat menampilkan tampilan dengan layar besar, maka projector sangat efektif untuk dijadikan sebagai media informasi.

Technology Display Projector

•    3LCD    : Liquid Crystal Display
•    DLP    : Digital Light Processing
•    LCoS    : Liquid Crystal On Silicon
•    SXRD    : Silicon X’tal Reflective Display
•    D-ILA    : Direct Drive Image Amplication


Technologi LCD (Liquid Crystal Display)



•    Kelebihan
–    Teknologi yang matang
–    Efisiensi brightness per watt yang lebih tinggi
–    Warna yang di hasilkan bagus
•    Kelemahan
–    Contrast ratio rendah
–    Efek “pixel door”
–    Burning efect (kegagalan panel LCD ketika di gunakan secara terus menerus

contoh dari LCD panasonic dan sony dan sebagian NEC


DLP: Digital Light Processing


1chip DLP

•    Teknologi DLP dikembangkan dengan basis teknologi Digital Micromirror Device (DMD) chip yang terbuat dari jutaan cermin super kecil.
•    Tiap cermin digunakan untuk tiap pixel pada screen. Citra yang masuk kemudian akan diolah ke dalam color wheel/disc, sekarang sudah dikembangkan color wheel sampai dengan 6 warna sehingga gambar terlihat lebih kaya warna seperti gambar ini :
•    Setelah itu citra melalui DMD, dan setiap cermin akan merefleksikan dalam berbagai sudut dengan kecepatan yang sangat cepat citra-citra warna yang dibutuhkan dalam penampilan suatu gambar pada screen.
•    Terdapat 2 macam technologi untuk DLP ini. Yaitu 1 chip DLP dan 3 chip DLP

•    Kelebihan

–    Kekompakan bentuk
–    High contrast

•    Kelemahan

–    Efisiensi antara lumens/watt
–    Warna yang di hasilkan kurang baik
–    Color sequential artifacts

3-Chip DMD

•    Kelebihan

–    Warna yang di hasilkan sangat baik
–    High contrast
–    Daya tahan yang baik

•    Kelemahan

–    Ukuran besar
–    Harga yang tinggi


LCoS

•    Kelebihan

–    Warna yang di hasilkan sangat baik
–    Resolusi sangat tinggi
–    Screen door nyaris tidak terlihat

•    Kelemahan

–    Ukuran besar
–    Harga yang tinggi
–    Contrast ratio rendah

Projector System

System projector berbeda dengan portable projector, baik dari segi spesifikasi dan kegunaan. Projector System mempunyai kemampuan sebagai berikut :

•    Brightness dan kualitas gambar yang tinggi
•    High brightness, contrast dan reproduksi warna baik
•    Reliabilitas dan kemudahan perawatan
•    Design dan struktur projector yang memudahkan perawatan dan daya tahan projector
•    Mudah di integrasikan ke dalam sebuah system
•    Mempunyai I/O port yang lengkap
•    Mudah dikonfigurasi sesuai kebutuhan
•    opsional yang tersedia untuk berbagai kebutuhan


Resolution

•    Maximun Resolution adalah resolusi tertinggi yang dapat di tayangkan oleh sebuah Projector. Jika resolusi dari sumber  melebihi Native Resolution, Gambar tetap dapat ditampilkan sampai dengan Maximum Resolution projector tersebut. Contoh : sebuah projector memiliki max. Resolution WQSGA (2560 x 1600) artinya Projector dapat menampilkan tampilan sampai dengan resolusi tersebut.


Brightness & Contrast Ratio
Brightness

Kekuatan cahaya yang di hasilkan oleh projector. Satuan yang biasa di gunakan adalah ANSI Lumens. Yaitu standarisasi yang ditetap oleh ANSI (American National Standard Institute) untuk  menentukan brightness projector
Contrast Ratio

Full on/ Full off method of measurement. Metode penentuan perbedaan full on dan full off. ANSI sebenarnya juga mempunyai standarisasi ini, tetapi manufature proyektor tidak semua menggunakan perhitungan ini. Akibatnya penentuan nilai contrast masing-masing manufacture projector berbeda

•    Contrast ratio adalah besarnya kontras antara warna satu dengan yang lainnya, jika kontras rasionya besar maka perbedaan warna yang dihasilkan akan terlihat sangat jelas antara warna satu dengan warna yang lainnya.

Aspect Ratio

•    Aspect Ratio adalah skala rasio dari lebar dan tinggi tampilan. Ada beberapa jenis aspect ratio yang paling sering digunakan, 4:3 (Full Screen) dan 16:9 (Wide Screen). Sebenarnya Aspec ratio dapat dilihat dari Resolusi yang digunakan. Sebagai contoh jika projector mempunyai Native Resolution XGA ( 1024 x 768 ) berarti 4:3 karena 1024 dibagi 4 lalu di kali 3 = 768.
Lamp life
•    Lamp life adalah lamanya umur lampu yang beroperasi pada sebuah projector.Beberapa projector mempunyai brightness yang berbeda, dan itu akan berpengaruh terhadap ketahanan lampu suatu projector. Semakin rendah brightness yang di distribusikan semakin lama pula umur lampu yang didapat. Maka jika proyektor anda mempunyai fitur eco mode maka akan sangat membantu sekali untuk memaksimalkan ketahanan lampu.
Interlaced vs Progressive
•    1080i berbeda dengan 1080p. Ini karena i menunjukkan interlaced dan p menunjukkan Progresive. Sering kali kita di buat bingung oleh standar high def. Pertanyaannya sekarang, apa iya begitu sinifikankah kelebihan progressive ketimbang interlaced ?
•    Tentang Interlaced
Dalam teori dan praktiknya tv dengan system interlace akan membagi 1 image dalam 60 frame, 30 frame ganjil dan 30 frame genap dalam tiap detik untuk akan tetapi hasil akhirnya hanya dapat menghasilkan 1 buah efektif image @ 30 frame per detik.
•    Mengapa bisa begitu ?
Secara native sebenarnya image tadi memiliki 60 frame per detik akan tetapi karena interlaced memerlukan 2 kali pass scan untuk dapat menampilkan sebuah efektif image maka dalam 1 detik dibagi menjadi 2 kali sesi scanning, setengah detik yang pertama scanning frame ganjil dan setengah detik yang kedua scanning frame genap. Hasil scanning tadi menghasilkan efektif frame yang berwujud image yang sampai di mata kita, sedangkan jumlah framenya akan menjadi 30 frame perdetik saja

•    Tentang Progressive
Kebalikan system progressive adalah 60 frame akan di scan hanya dalam 1 x pass saja. Dalam hal ini metodanya dengan cara mengurutkan baris demi baris tiap frame. Sehingga efektif image yang ditangkap oleh mata kita tetap sesuai dengan native framenya ; 60 frame perdetik.

•    Dimanakah letak perbedaaannya?
perbedaan baru muncul saat kedua system menampilkan high speed motion image. Dimana pada system progressive tampilan image akan lebih tajam ketimbang interlaced yang cenderung blurry pada bagian ujung-ujung image (meski butuh mata yang tajam untuk dapat menemukan perbedaannya).
Apa yang menyebabkannya ?

Frame rate ! hanya itu jawabannya. Dengan 60 Fps progressive pasti akan lebih baik ketimbang interlaced yang hanya mampu setengahnya saja.

Input Output Connection Port

•    Input Output Connection Port adalah beberapa koneksi yang dapat menghubungkan projector dengan alat elektronik lainnya untuk mendapatkan tampilan maupun suara atau untuk mengendalikan aktifitas projector tersebut.
•    Ini adalah beberapa Input output Connection yang ada di Projector :

Composite Video

Ini "standard" port untuk video, dan dapat di gunakan sebagai input sinyal video dari VCR, DVD player, Camera dsb.
Composite video biasanya di beri tanda warna kuning dan menggunakan konektor RCA. Disebut komposit karena semua informasi video di antarakan dengan menggunakan kabel tunggal. Karena hal ini lah, composite adalah standard terendah untuk konektor video.
Konektor ini ada juga yang menyebutnya dengan CVBS

S-Video

Kependekan dari “Super Video”. Port berbentuk bundar dengan 5 kabel yang terpisah. Membawa data luminance (brightness) dan Chrominance (colour) secara terpisah, menghasiklan gambar yang lebih baik di bandingkan dengan composite video

RGB in/out

RGB berasal dari nama komponen Red, Green dan Blue pada sinyal video komputer. dan merupakan port yang paling banyak di gunakan untuk menghubungkan komputer dengan monitor atau projector.

Component Video

Antarmuka video professional yang menggunakan 5 kabel coax secara terpisah untuk mengantarkan 3 warna dasar dan secanning horizontal dan vertikal. Karena menggunakan 5 kabel terpisah “Cross talk” atau interfensi antar sinyal  dapat di minimalkan dan menghasilkan video analog terbaik.

Konektor ini juga bisa disebut dengan 5 BNC karena port menggunakan Bayonet Neil Coleman.

SDI

SDI (Serial Digital Interface). Menggunakan kabel coax dengan konektor BNC. Biasa digunakan pada peralatan broadcasting dengan standard digital video. Dan resolusi yang dapat di antarkan sampai dengan maksimal 1080p (HD-SDI).

DVI

Di disain sebagai alternatif untuk menggantikan standard koneksi RGB (VGA) dengan menggunakan koneksi digital yang dapat mengurangi gradasi gambar akibat konversi dari digital ke analog. DVI sendiri terbagi menjadi 3, yaitu :
- DVI-D
- DVI-I
- DVI-A

HDMI

HDMI (High Definition Multimedia Interface), konektor yang mampu mengantarkan sinyal video dan audio secara digital dengan resolusi yang di support sampai dengan 1080p.

RCA Audio in/out

Standard untuk koneksi Audio. Menggunakan konektor RCA x 2 untuk kanan dan kiri
Networking/LAN

Untuk menghubungkan projector dengan Local Area Network menggunakan konektor RJ-45.  Port ini biasa digunakan untuk kontrol dan untuk data tampilan (source). Untuk Panasonic Projector System D series, LAN hanya berfungsi sebagai kontrol dan bukan berfungsi sebagai sumber tampilan (source).

Projector I/O Port:

RS-232 adalah serial interface standard yang di gunakan untuk menghubungkan projector dengan kontrol system. Karenanya konektor ini sangat di butuhkan dalam mengintegrasikan projector dengan sebuah system karena hampir semua system menggunakan konektor ini.

USB

Untuk menghubungkan projector dengan perlatan lainnya, seperti mouse (sebagai input kontrol) dan sumber tampilan melalui media penyimpanan atau USB Flash disk.
Throw Ratio dan Throw Distance

•    Throw Ratio adalah rasio antara jarak tembak terdekat dan terjauh dari Lebar layar.
•    Throw Distance adalah jarak tembak dari projector ke screen.
•    Throw Ratio dipergunakan untuk mendapatkan Throw Distance atau jarak tembak yang ideal antara projector dengan Layar.
dengan rumus : D = R x W
D = Throw Distance atau Jarak tembak
R = Throw Ratio
W = Lebar layar
contoh : jika anda memiliki projector dengan Throw Ratio 1.5-2.0:1 dengan lebar layar 100”, berapakah Throw distance terdekat dan terjauh dari projector tersebut?
jawab : Throw Distance Terdekat    : 1.5 x 100 = 150”
Throw Distance Terjauh    : 2.0 x 100 = 200”

Throw Ratio dari Focal Length

•    Kita juga dapat menentukan Throw Ratio dari Focal Length dan Diagonal panel LCD,DLP atau LCoS projector
•    Untuk 16:9 screen, R = 1.15 x f / p
•    Untuk 4:3 screen, R = 1.25 x f / p
R = Throw Ratio
f = focal length
p = Panel diagonal

Features of Projector

•    Keystone
•    Zoom Ratio
•    Focus
•    Lens Shift

Keystone

•    Keystone adalah fitur yang berfungsi mengoreksi tampilan projector dari tampilan berbentuk trapezium menjadi tampilan berbentuk persegi empat. Karena tidak semua posisi penempatan projector menjadi tampilan yang baik, maka Koreksi keystone sangat di perlukan membuat gambar yang diproyeksikan persegi panjang. Keystone terbagi 2, auto keystone dan manual keystone. Fitur manual keystone ini dimiliki oleh semua projector.

Zoom Ratio
•    Zoom Ratio adalah rasio antara gambar terkecil dan terbesar yang dapat diproyeksikan dari jarak tetap. Sebagai contoh, rasio 1.4:1 berarti gambar dengan diagonal 10 meter tanpa zoom akan menjadi gambar dengan diagonal 14 meter dengan zoom penuh dalam jarak yang sama.

Focus
•    Focus adalah fitur yang di pergunakan untuk memfokuskan tampilan dan menghilangkan efek blur sehingga tercipta tampilan yang benar – benar jelas. Ada 2 jenis focus. Manual Focus dan Auto Focus. Semua projector memiliki fitur Focus.

Lens Shift

•    Lens Shift merupakan fitur yang dapat menggerakkan tampilan proyeksi ke kanan-kiri ( horizontal Lens Shift ) dan atas-bawah ( vertical Lens Shift ) tanpa harus menggerakkan fisik dari proyektor tersebut.

Inilah contoh Spec untuk Projector

•    Image device  LCD/DLP/LCOS/etc.
•    Lens  Manual zoom/focus or motorized, F=2.0-2.3, f=75-97mm (focal length)
•    Lens shift  Motorized
•    Zoom ratio  1.3:1
•    Throw ratio  2.0-2.6:1
•    Keystone correction  digital +/- 30 deg / 3D reform
•    Image size  30”-500”
•    Lamp  120W UHP
•    Computer compatibility  VGA/SVGA/XGA/SXGA/UXGA
•    Video compatibility  NTSC/NTSC4.43/PAL/PAL-N/PAL-M/PAL60/SECAM
•    Video format  1080i/720p/480p/480i
•    Brightness  …. ANSI lumens
•    Brightness uniformity  80%
•    Contrast ratio  1000:1 (on/off)
•    Sync range  15-100kHz (H), 50-120Hz (V)
•    Speaker  2Wx1 (mono/stereo)
•    Fan noise  32dB
•    Net weight  3kg/6.7lbs
•    Dimensions  260x120x300mm

Jual Proyektor infocus

Sudah Barang tentu Kami menjual men jual aneka projector, men jual nec projector, men jual panasonic projector, men jual infocus projector, men jual epson projector, men jual sony projector, men jual benq projector, menjual hitachi projector dengan daftar harga nec projector, Harga panasonic projector, harga infocus projector,harga epson projector, harga  sony projector, harga benq projector, harga hitachi projector